Hal itu disampaikan SBY saat memberikan pidato pelantikan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pemilu 2019. Walaupun demikian, dia menyebutkan Partai Demokrat masih belum bicara soal koalisi saat ini.
Namun, SBY juga menginginkan sejumlah perubahan yang akan dilakukan jika partai tersebut kembali ke pemerintahan. Sejumlah hal di antaranya adalah keadilan yang hadir di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, hal lainnya adalah partai tersebut ingin kebebasan rakyat tetap ada, penegakan hukum serta rakyat semakin sejahtera. Partai itu juga mengingkan agar perekonomian semakin membaik, lapangan kerja yang mudah didapat hingga kemiskinan berkurang.
"Ketimpangan jangan makin merajalela itulah harapan rakyat, itulah tekad Partai Demokrat jika kembali ke pemerintahan," kata dia.
Pernyataan SBY bukan sekali saja mengkritik pertumbuhan ekonomi. Sebelumnya dia menyampaikan hal itu pada Januari lalu.
Negara Kuat
Dia menyampaikan ramalan bahwa Indonesia akan menjadi negara yang kuat pada 2045 namun hal itu tak bisa datang dari langit. SBY mengajak seluruh warga bekerja keras untuk mencapai hal tersebut.
Di sisi lain, dia uga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi harus ditingkatkan lagi. Dia memaparkan keberhasilannya saat menjadi Presiden, bahwa pertumbuhan ekonomi saat itu mencapai 6 persen.
"Alhamdulillah pas saya mimpin 6 persen. Sekarang 5 (persen) harus segera dinaikkan. Saya tahu Jokowi sedang berjuang, kalau masih 5 (persen) berarti ada masalah," kata SBY di Pesantren Daar El-Qolam, Tangerang.
Sebelumnya, Pemerintahan Jokowi menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,4 persen pada tahun 2018 atau naik dibandingkan 2017 yakni sekitar 5,05.
DBS Group Research memproyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini akan menyentuh level 5,3 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) 2017 yang sebesar 5,1 persen. (asa)