Yusril menyoroti kejanggalan dalam proses verifikasi KPU Papua yang sebelumnya meloloskan PBB. Namun dari hasil verifikasi selanjutnya PBB dinyatakan tak lolos.
"Kami ingin membongkar dugaan bawa ada konspirasi menggagalkan PBB ikut pemilu dengan memperalat KPU. Semuanya bukan saja akan kami gugat secara perdata, tapi juga akan kami lawan secara pidana," ujar Yusril melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Minggu (18/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yusril merasa sangat dirugikan atas perubahan hasil verifikasi tersebut. Sebab, KPU Papua telah mengumumkan bahwa PBB lolos verifikasi pada 11 Februari lalu. Tak berselang lama sebelum pengumuman hasil verifikasi oleh KPU pusat pada 17 Februari kemarin, partai berlambang bulan bintang itu mendadak tak lolos.
"Kami merasa sangat dirugikan dan dipermainkan KPU," katanya.
"Selama ini PBB tetap kritis dan tidak mudah diombang-ambing kekuasaan, mungkin itu sebabnya kehadiran PBB tidak disenangi," katanya.
Selain PBB, partai yang tak lolos verifikasi peserta pemilu 2019 adalah PKPI. Sementara partai yang lolos verifikasi yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Berkarya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Garuda, serta Partai Golongan Karya (Golkar).
Kemudian, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai NasDem, Partai Perindo, Parta Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Solidaritas Indonesi (PSI). (gil)