"Kalau saya sih ujungnya kelihatan ya dua (pasangan). Itu prediksi saya, walaupun sangat mungkin tiga pasangan itu masih terbuka. Ini rematch gitu ya (Jokowi dan Prabowo)," ujar Fadli saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (18/2).
Wakil Ketua DPR itu memastikan partainya akan kembali mengusung Prabowo. Namun pihaknya masih akan mendiskusikan kembali siapa calon yang akan mendampingi Prabowo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat disinggung soal sembilan nama bakal capres dan cawapres 2019 yang disiapkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fadli menyebut tak menutup kemungkinan Gerindra akan menjalin koalisi. Meski demikian, menurutnya, peta politik 2019 masih sangat dinamis sehingga dapat berubah sewaktu-waktu.
Dalam sejumlah survei, Jokowi masih menduduki tingkat popularitas tertinggi dalam bursa pilpres 2019. Salah satunya dari hasil survei Indo Barometer yang menyatakan tingkat populariitas Jokowi mencapai 97 persen, Jusuf Kalla 91,5 persen, Prabowo 87,7 persen, dan Megawati 84,7 persen.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga dinilai bisa jadi kuda hitam di pilpres 2019. Meski elektabilitasnya rendah, namun Anies punya popularitas tinggi karena jabatannya sebagai Gubernur DKI.