"Maka untuk Jabar dan Sumut sudah dipertimbangkan, akan ada kebijakan lain nanti, akan kita lakukan. Sudah cukup," kata Wiranto di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Selasa (20/2).
Usulan jenderal polisi menjadi Pj gubernur mencuat setelah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berencana menempatkan Asisten Kapolri bidang Operasi (Asops) Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan sebagai Plt Gubernur Jawa Barat serta Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Martuani Sormin menjadi Plt Gubernur Sumatera Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menimbulkan polemik, Mendagri menyerahkan permasalahan Pj gubernur ke Wiranto.
Wiranto enggan menjelaskan kebijakan lain untuk mengganti rencana kebijakan jenderal polisi jadi Pj Gubernur tersebut.
Diakui Wiranto usulan jenderal polisi jadi PJ Gubernur telah menimbulkan polemik di masyarakat.
Wiranto meminta masyarakat tidak meributkan lagi masalah tersebut.
"Aspirasi rakyat sudah ditangkap pemerintah. Pemerintah tidak buta tuli. Pemerintah mendengar aspirasi rakyat dan tahu kondisi wilayah masing-masing seperti apa," katanya.