Melalui rekaman telepon antara Rizieq dan Slamet Maarif yang diperdengarkan lewat speaker Masjid Jami Baitul Amal, cengkareng, Rizieq juga mengaku sangat sedih dengan situasi NKRI saat ini.
"Terus terang saya ingin pulang karena hati ini amat sakit dan teriris tatkala saksikan bahwa sejak saya hijrah situasi negeri semakin kacau balau,"
kata Rizieq melalui rekaman telepon, Rabu (21/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keinginan pulang ke Indonesia itu pun diakui Rizieq semakin besar tatkala mendengar kabar upaya pembebasan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok melalui upaya peninjauan kembali (PK) atas kasus hukum yang menjeratnya.
Rizieq menyebut tak sepantasnya Ahok mengajukan PK atas kasus penistaan agama yang telah membuatnya dipenjara hingga dua tahun.
Rizieq semula dijadwalkan akan kembali ke Indonesia setelah dirinya menetap kurang lebih 10 bulan di Arab Saudi. Namun rencana itu gagal, dia mengaku akan segera mengabarkan informasi kepulangannya setelah mendapat petunjuk melalui doa.
Dia menyebut kabar kepulangannya akan dia sampaikan secaa langsung melalui media sosial yang sering dia gunakan.