Sambil tertawa, ia mengatakan Indonesia akan menjadi negara yang lebih baik jika Rizieq tetap berada di Arab Saudi.
"Biarkan saja dia tidak pulang. Sepertinya itu bakal baik untuk Indonesia," kata Syafiq kepada wartawan di Universitas Atmajaya, Jakarta Selatan, Rabu (21/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu diingat bahwa Rizieq juga sudah dua kali dipenjara karena tindak kekerasan," kata Savic.
Saat itu, kata dia, banyak spanduk-spanduk yang menyatakan gerakan mahasiswa telah disusupi komunis.
"Saya dan kawan-kawan pernah dikepung FPI, karena ada teman kami yang mencabut spanduk black campaign antikomunis di depan sebuah kampus," ujarnya.
"Eh, ternyata ada yang jagain dan mereka anggota FPI. Selang beberapa jam kami pun didatangi ratusan anggota FPI," tuturnya.
Rizieq rencananya kembali ke Indonesia pagi tadi setelah berbulan-bulan berada di Arab Saudi. Dia menyatakan sudah menyiapkan tiket pulang, namun terpaksa dibatalkan karena sejumlah hal.
Pembatalan kepulangannya, kata Rizieq, setelah melakukan istikaharah. Namun ia juga meminta kepada para pendukungnya agar tidak kecewa dengan penundaan kepulangannya. (wis/gil)