"Kami ingin berikan situasi yang aman dan kondusif, untuk penyembuhan Novel," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (22/2).
Febri tak merinci seperti apa pengawalan untuk Novel tersebut. Satu hal yang pasti, kata Febri, serangan terhadap Novel bukan hanya teror tehadap pribadinya, melainkan serangan terhadap keseluruhan lembaga antikorupsi. Serangan air keras itu terjadi April 2017 dan melukai kedua mata penyidik senior KPK itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut hal serupa bisa terjadi pada siapapun yang memang sedang berusaha mengungkap kasus-kasus korupsi besar di Indonesia. Tak terkecuali jurnalis yang menjadi bagian pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK.
Setibanya di Bandara, Novel bahkan langsung dijemput untuk menuju kantor lembaga anti rasuah itu.
Namun, Febri menyebut sambutan yang diberikan oleh KPK kepada Novel yang pulang hari ini setelah menjalani pengobatan selama 10 bulan di Singapura itu tidak berlebihan.
"Sambutan itu sambutan selamat datang, karena kami sudah seperti anggota keluarga. Ada anggota keluarga yang pulang ke rumah ya kami sambut dan itu bentuk dukungan juga," kata Febri.
"Tak ada alasan khusus, memang dijadwalkan akan operasi tahap dua itu April ini biar merasa nyaman saja," kata dia. (osc/gil)