Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan politik kebencian di ajang Pilkada dan menjelang Pilpres akan lebih mengusung isu identitas seksual, melengkapi isu agama dan rasial.
"Menjelang berlangsungnya Pilkada, Pileg, dan Pilpres, politik kebencian akan terjadi lagi, tapi dengan penyesuaian. Tahun ini isu identitas seksual," katanya, di Kantor Amnesty International Indonesia, di Jakarta, Kamis (22/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, keikutsertaan politikus dalam 'menggoreng' isu tersebut. Misalnya, yang dilakukan Gubernur Aceh Irwandi saat ikut berunjuk rasa menolak LGBT, 2 Februari.
Usman menyebut, berdasarkan laporan Amnesty International berjudul The State of The World's Human Rights, politik kebencian menjadi tren yang terjadi di seluruh negara sepanjang 2017.
"Konsekuensi retorika kebencian yang disampaikan aktor negara dan non-negara jadi nyata, dalam arti timbul efek luar biasa," Usman menyampaikan.
Sebelumnya diberitakan, isu LGBT dalam tahapan Pilkada 2018 mulai menerpa calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Melalui sejumlah meme di media sosial, ia digambarkan mendukung kelompok tersebut.
Ridwan membantahnya dan menyatakan isu itu sebagai kampanye hitam.