Guru Besar Transportasi UGM Danang Parikesit mengatakan aturan ganjil genap sejatinya adalah kebijakan konvensional dan kurang cocok diterapkan dalam sistem tranportasi regional atau di wilayah sub urban yang semakin modern.
Menurut Danang, penerapan ganjil genap lebih cocok diterapkan di jaringan perkotaan yang banyak menyediakan rute maupun moda transportasi alternatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengenaan tarif tol yang tinggi, lanjut Danang, juga bisa diterapkan untuk truk yang kerap melintas di tol Jakarta-Cikampek. Instrumen ini dinilai lebih efektif dibandingkan ganjil genap yang cenderung mengakibatkan biaya dan waktu perjalanan lebih tinggi.
"Sudah saatnya kita menggunakan instrumen tarif tol yang fleksibel dan lebih modern dibandingkan ganjil genap yang kuno dan memiliki landasan konseptual kurang rasional," ucap Danang.
"Artinya orang tidak akan mudah pindah karena biayanya tinggi. Mereka juga lebih malas dan pasti lebih sulit kalau harus mengganti dengan angkutan umum," katanya.
Aturan ganjil genap di Tol Jakarta-Cikampek dinilai tak sesuai diterapkan di jalan tol. Aturan itu baru efektif kalau diberlakukan di jalanan perkotaan. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi). |
Pendapat berbeda disampaikan pengamat transportasi Djoko Setijowarno. Ia menilai aturan ganjil genap itu justru efektif mengurai kemacetan di jalan tol. Djoko juga meyakini aturan itu dapat mendorong pengguna kendaraan pribadi memanfaatkan angkutan umum.
"Tujuannya kan memang agar masyarakat mau menggunakan angkutan umum," ucap Djoko.
"Kalau angkutan di perumahan belum ada, sediakan itu parkir di pintu masuk tol. Jadi pengguna kendaraan pribadi bisa pindah naik bus," katanya.
Sementara terkait truk yang melintas di sepanjang jalan tol, lanjut Djoko, dapat dibatasi dengan mengatur laju kecepatan. Ketentuan pembatasan laju kecepatan ini diatur pula dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 111/2015.
"Dengan pembatasan laju ini dapat mewujudkan keseimbangan keselamatan dan efisiensi kecepatan kendaraan," ucap Djoko. (osc)
Aturan ganjil genap di Tol Jakarta-Cikampek dinilai tak sesuai diterapkan di jalan tol. Aturan itu baru efektif kalau diberlakukan di jalanan perkotaan. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi).