Mulanya, Denny menceritakan seputar kondisi kesehatannya setelah menjadi korban Bom Thamrin. Salah seorang jaksa, Mayasari, bertanya apakah Denny telah menerima kompensasi ganti rugi biaya pengobatan.
Denny mengatakan hingga saat ini dirinya bersama 12 orang korban Bom Thamrin belum menerima kompensasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Denny mengatakan beberapa biaya perawatan kesehatan selama menjalani proses pemulihan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Bhayangkara Polri telah ditanggung Polri.
Namun, selain itu ada sejumlah biaya perawatan kesehatan yang ditanggungnya secara pribadi.
Denny pernah mengajukan permohonan hak kompensasi saat menjadi saksi untuk terdakwa Bom Thamrin lainnya dalam persidangan di Pengadilan Jakarta. Namun, permohonan tersebut belum dikabulkan hingga saat ini.
"Waktu itu saya mengajukan. Alhamdulilah sampai saat ini belum dikabulkan," katanya.
Foto: Dok. IstimewaBom yang meledak dekat gerai kopi di Sarinah, Thamrin. |
Ketua Majelis Hakim Akhmad Jaini pun meminta jaksa untuk segera mengurus permohonan hak kompensasi Denny.
Hakim Jaini minta agar jaksa mengajukan permohonan itu sebelum sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Aman Abdurrahman.
Denny adalah seorang polisi lalu lintas yang menjadi korban ledakan Bom Thamrin. Fotonya yang terlihat kesakitan di jok belakang sebuah mobil dengan pelipis kanan mengucurkan darah, serta tangan dan kaki terluka parah, beberapa saat setelah bom meledak di pos polisi Jalan MH Thamrin pada 14 Januari 2016 silam beredar viral di media sosial.
[Gambas:Video CNN] (nat)
Foto: Dok. Istimewa