Meski begitu, Wasekjen PDIP Ahmad Basarah menyebut ada tiga kriteria cawapres bagi Jokowi, yakni memiliki kesamaan visi bernegara, menambah suara elektoral dan memiliki ikatan yang baik dengan Jokowi.
"Pertama memiliki visi kenegaraan yang sama, karena ke depannya permasalahan di Indonesia makin kompleks, ada persoalan ancaman liberalisme, kapitalisme dan radikalisme," kata Basarah di lokasi Rakernas III PDIP, Sanur, Bali, Sabtu (24/2).
Basarah tak mempermasalahkan latar belakang cawapres itu nantinya berasal dari militer, teknokrat ataupun sipil. Ia hanya mensyaratkan agar sosok itu memiliki visi dan tujuan yang sama. "Tak ada dikotomi itu, yang penting punya visi kenegaraan yang sama," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan bahwa cawapres Jokowi harus memudahkan langkah dalam memenangkan Pilpres 2019-2024, bukan justru menyulitkan. "Harus tokoh yang bisa menambah elektabilitas dan suara Jokowi di Pilpres," kata dia.
"Seperti dwitunggal Bung Karno dan Bung Hatta, punya sikap, kepemimpinan dan keputusan kenegaraan yang tak berjalan sendiri-sendiri," kata Basarah.
Bagi Basarah, salah satu indikator pasangan itu memiliki ikatan yang kuat ditandai dengan persamaan ideologi. Hal itu penting agar membawa Indonesia ke arah yang lebih maju ke depannya.
Meski begitu, Basarah mengatakan bahwa Cawapres Jokowi nantinya tak harus dari internal PDIP. Ia mengatakan semua parpol saat ini memiliki ideologi yang serupa.
"Tujuannya itu adalah masyarakat Pancasila, jadi pengertian sama ideologi itu jangan dipersempit dari satu parpol saja," kata Basarah.