Elvy datang sekitar pukul 13.58 WIB di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dengan didampingi oleh kuasa hukumnya Zecky Alatas dan putrinya, Fitria Sukaesih. Dengan busana bernuansa hitam, Elvy enggan memberikan sedikitpun komentarnya soal kasus narkotika yang menjerat anaknya.
"Insya Allah siap diperiksa, doakan saja ya," ujar Fitria di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/2).
Selain Dhawiya dan Syehan, anak Elvy bernama Ali juga disebut positif menggunakan narkorika jenis sabu. Namun dia tidak ditahan lantaran tidak terdapat barang bukti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Elvy secara garis besarnya apakah yang bersangkutan mengetahui, itu saja," kata Argo di Mapolda Metro Jaya.
Saat penangkapan, Elvy tak berada di rumah. Selain itu, Elvy belum pernah menjenguk anak-anaknya selama menjalani pemeriksaan dan ditahan di Polda Metro Jaya. Dari lima kerabat Elvy yang ditangkap tersebut, Syehan dan Chauri tak ditahan dengan alasan kesehatan dan hanya menjalani rehabilitasi.
Lihat juga:Dhawiya Zaida Konsumsi Sabu Sejak 2010 |
Dari penangkapan terhadap Dhawiya petugas menyita dua alat hisap sabu, sembilan cangklong, empat selang plastik, satu bungkus berisi sedotan plastik, satu aluminium foil, satu alat hisap sabu bekas pakai, tiga kantong berisi klip kosong, satu timbangan elektrik, satu kotak alat hisap sabu, dua telepon genggam yang diduga milik Dhawiya.
Dhawiya dan Muhammad dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 subsider Pasal 127 ayat 1 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotik.
Sementara Syehan dan Chauri diputuskan untuk direhabilitasi. Alasannya Syehan tengah menderita penyakit TBC sedangkan Chauri sedang hamil enam bulan. (sur)