Misalnya, cagub nomor urut satu, Ridwan Kamil mengunjungi acara Haul Syekh Fatah Rohmatulloh di Samarang, Kabupaten Garut. Emil, sapaan akrabnya, diundang semata karena cagub yang berpasangan dengan Uu Ruzhanul Ulum ini merupakan salah satu keturunan Syekh Fatah Rohmatulloh.
"Kami mengundang kang Emil, karena dia salah satu 'duriah' atau keturunan dari sini, ada nasab dari sini," ujar Ketua Panitia Haul, Hilmi yang menyebut acaranya dihadiri sekitar 10.000 santri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan hanya sisi fisik material dan sistem pendidikannya, pesantren juga harus didorong agar mampu mandiri secara ekonomi. Perda Pesantren menjadi landasan agar pemerintah dapat membantu pengembangan pondok pesantren," jelasnya.
Dibalut acara Manaqib memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW, kehadiran pria yang karib disapa Kang Ajat di pesantren disambut ribuan jamaah Torekat Qodariyah Naksabandiyah (TQN).
"Ulama dan umaroh harus bersatu, ulama menjadi simbol dari masyarakat. Orang yang alim, bijaksana, dan paham terhadap demokrasi itu yang dipegang pertama," tegas Sudrajat.
Dia menyadari, kalangan ulama dan pesantren menjadi kekuatan besar dalam membangun Jabar. Tidak hanya pembangunan akhlaknya, melainkan juga menjadi modal besar untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jabar umumnya.
"Ada hampir 12.000 pesantren di Jabar. Ini menjadi penjaga akhlak, agar akhlak yang baik tetap dipertahankan dan dimiliki warga Jabar," tegasnya.
Blusukan Deddy di Pasar Cisalak sendiri berjalan sangat meriah. Warga sangat antusias untuk bisa bersalaman dan berfoto ria dengan sang 'Jenderal Naga Bonar'. Di sela blusukan tersebut, Deddy menyambangi rumah Ketua DPC Demokrat Depok yang lokasinya tidak jauh dari pasar Cisalak. (hyg/osc)