Salah satu tokoh warga sekaligus perwakilan ulama, Bukhori Yusuf memanfaatkan kesempatan itu untuk mendukung supaya Anies maju menjadi calon presiden pada Pilpres 2019 mendatang. Bukhori menyampaikan dukungan tersebut melalui pantun.
"Cuaca cerah, tapi berawan. Angin sepoi menyapu ruangan. Hadir di tengah Anies Baswedan. Gubernur sekarang untuk presiden yang akan datang." ucapnya yang disambut tepuk tangan hadirin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Anies juga menerima puisi yang dibacakan seorang bocah perempuan kelas 5 SD bernama Paras Jelita. Puisi tersebut berisikan ungkapan simpati kepada Anies karena sering dikritik lantaran berusaha menata Jakarta.
"Kemacetan tak lagi menggurita. Pendidikan dapat dinikmati siapa saja. Jadikan Jakarta maju kotanya bahagia warganya," lanjutnya.
"Tadi dapat support puisi dari Paras Jelita. Ini menjadi tambahan semangat bahwa ada titipan amanah. Insya Allah kita tunaikan sebaik-baiknya dan mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi warga," kata Anies.
Adapun nama Anies Baswedan memang disebut-sebut dalam berbagai lembaga survei sebagai salah satu calon potensial untuk maju dalam Pilpres 2019. Salah satunya survei Poltracking Indonesia, yang menyebut tingkat elektabilitas Prabowo Subianto dan Anies adalah 30,9 persen.
Nama Anies juga teratas dalam bursa calon wakil presiden 2019-2024 berdasarkan hasil survei Indo Barometer, akhir tahun 2017 lalu. Dua nama lainnya yakni Agus Harimurti Yudhoyono, dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (osc/gil)