ACTA Bela The Family MCA sebagai Pejuang Nilai Islam

RZR, CNN Indonesia | Kamis, 01/03/2018 05:00 WIB
ACTA Bela The Family MCA sebagai Pejuang Nilai Islam Tersangka sindikat penyebar isu-isu provokatif di media sosial, yang tergabung dalam grup WhatsAap The Family Muslim Cyber Army (MCA). (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburakhman membela anggota Muslim Cyber Army yang tergabung dalam grup WhatsApp The Family Muslim Cyber Army (The Family MCA) terkait dugaan penyebaran ujaran kebencian.

Dia menyebut anggota Muslim Cyber Army memperjuangkan nilai-nilai islam di ranah cyber dengan sangat positif dan heroik.

"Memang (mereka anggota MCA) pejuang nilai Islam dalam konteks cyber. Itu sangat positif, sangat heroik," kata Habiburakhman di Hotel Ibis Budget, Jakarta, Rabu (28/2).


Habiburakhman menyarankan agar pihak kepolisian bersabar hingga ada fakta hukum yang kuat untuk menindak kelompok tersebut.

Ia lantas membandingkan kasus itu dengan kasus Asma Dewi yang di dalam persidangan tak ditemukan dugaan terlibat jaringan Saracen.

"Kami imbau teman kami di kepolisian tidak terburu ngomong yang bukan fakta hukum. Kami ingat kasus Asma Dewi yang transfer uang puluhan juta, dikatakan Saracen, ternyata fakta persidangan gak ada terkait Saracen," ujar dia.

Polisi total sudah menangkap enam anggota kelompok Muslim Cyber Army yang tergabung dalam grup di aplikasi tukar pesan Whatsapp 'The Family MCA' di sejumlah provinsi secara serentak sejak Senin (26/2).

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri mengatakan Jaringan The Family MCA selama ini berkomunikasi menggunakan aplikasi Zello agar tak terlacak polisi.

Aplikasi Zello PTT (Push to Talk) Walkie Talkie ini merupakan fitur berbagi pesan yang dapat diunduh untuk sistem operasi BlackBerry, Android dan iOS. Zello memungkinkan orang berbagi pesan dan berbicara dengan anggota lain dalam sebuah grup besar.

Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Fadil Imran mengatakan para anggota The Family MCA aktif di Zello dan media sosial lain.

The Family MCA disebuttak hanya menyebar hoaks, mereka juga bertugas 'menyerang' akun-akun yang dianggap berseberangan dengan mereka.

Mereka juga memiliki Standar Operasional Pengoperasian secara terstruktur dalam menyebarkan hoaks.

"The Family ini tak cuma sebar hoaks saja, mereka juga membuat take down akun lain, menyebarkan virus, dan ini semua atas satu instruksi. Selanjutnya akan terus kami dalami," katanya. (wis/wis)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA