Pernyataan itu dilontarkan Airlangga menjawab guyonan Presiden Jokowi pada Selasa (27/2) yang mencolek Airlangga saat ditanya soal kandidat calon wakil presidennya.
"Namanya juga guyon, kami tidak mau berandai-andai. Berdoa saja dulu," kata Airlangga di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat saat menghadiri acara Istigasah Partai Golkar, Rabu (28/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Golkar, semua kadernya kita siapkan semua untuk Pilkada dan Pileg untuk semua," katanya.
Ia menyebut hingga kini belum ada pembicaraan terkait bursa calon wakil Presiden di tubuh partainya. Namun, menurutnya Airlangga sebagai Ketua Partai memang memiliki peluang untuk menjadi cawapres Jokowi.
"Sepengetahuan saya belum ada pembicaraan. Kalau ketum partai (Airlangga) tentu memiliki peluang karena dia merupakan tokoh dan posisi tertinggi di dalam partai," kata Akbar Tandjung.
"Tapi pembicaraan resminya belum ada (di Golkar)," lanjut dia.
Kata dia, JK memang mengaku bersedia kembali mendampingi Jokowi.
"Tapi dengan catatan dapat dukungan dan tidak melanggar aturan, begitu kata beliau dua hari lalu," katanya.
"Bahwa memang kelihatanmya tidak mungkin (maju). Karena itu yang dirumuskan dalam amandemen UUD 1945," katanya. (wis)