"Pokoknya kami minta Pak Prabowo jadi RI 1 [presiden]. Kami akan coba minta waktu beliau untuk tidak tergoda dengan jebakan RI 2 [Wakil Presiden]," kata dia d Jakarta, Rabu (28/2).
Pernyataan itu menanggapi pertanyaan seputar wacana untuk menduetkan Joko Widodo dengan Prabowo. Wacana itu sempat muncul dalam rapat kerja nasional (Rakernas) PDIP yang baru berakhir Minggu (25/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Habiburakhman membantah kabar yang menyebut bahwa Prabowo tak ingin kembali diajukan menjadi calon presiden.
"[Di acara itu] Pak prabowo sama sekali tidak menolak [sebagai capres]. Pak Prabowo berkata 'tapi jika kalian membutuhkan saya sebagai figur perjuangan, saya siap dijadikan apapun termasuk dijadikan calon presiden'," kata dia menirukan ucapan Prabowo.
Lihat juga:Fadli Zon: Prabowo Capres Harga Mati |
Ia berkata bahwa Prabowo seharusnya jadi 'raja' atau capres ketimbang hanya menjadi king maker. Ia pun menganggap Prabowo telah siap sebagai Capres.
"Ya king maker itu menyesatkan. Pak Prabowo sangat cocok untuk menjadi the king, menjadi raja itu sendiri. King maker menurut saya enggak tepat. Orang dia sangat siap, kok," tutur Habibirakhman.
Ada tiga alasan yang menjadi dasar dukungan ACTA terhadap Prabowo, salah satunya karena Prabowo dianggap sudah siap secara mental dan psikologis untuk memimpin Indonesia 2019-2024.
"Berbagai fitnah dan tuduhan yang dialamatkan kepada beliau 20 tahun terakhir justru menjadi negarawan tangguh," katanya. (wis/gil)