Ketua DPP PKB Muhammad Lukman Edy mengatakan sampai saat ini PKB sudah menawarkan Cak Imin agar menjadi cawapres mendampingi Jokowi dan Prabowo.
"Cak Imin kita tawarkan ke Jokowi, tapi tidak menutup kemungkinan ke Prabowo. Tidak menutup peluang juga untuk bikin poros baru selain poros dengan Jokowi dan Prabowo," ujar Lukman saat dihubungi, Jumat (2/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dalam proses itu, Lukman juga mengaku PKB tetap membangun komunikasi dengan sejumlah parpol agar rencana Cak Imin menjadi cawapres terealisasi.
"Jadi bukan peringatan-peringatan, tidak ada peringatanlah. Dinamika harus kita bangunkan karena tidak mungkin stagnan di satu pilihan," ujarnya.
Di sisi lain, Lukman tidak menampik ada rencana pertemuan antara Cak Imin dengan Prabowo. Namun ia belum dapat memastikan waktu dan tempat pertemuan antara kedua ketum tersebut.
"Saya belum pantau itu ya kira-kira kapan, temanya apa, dan pertemuanya apa," ujar Lukman.
Sebelumnya, Cak Imin kian santer dikaitkan sebagai cawapres bagi Jokowi. Poster hingga spanduk dukungan agar Cak Imin menjadi cawapres juga bertebaran di beberapa lokasi.
Dalam sejumlah survei nama Muhaimin masuk dalam bursa cawapres potensial untuk Pilpres 2019.
Survei Populi Center menunjukkan elektabilitas Cak Imin sebagai cawapres hanya sebesar 2,1 persen. Posisi puncak ditempati Jusuf Kalla sebesar 15,3 persen, Gatot Nurmantyo sebesar 7,3 persen, Anies Baswedan sebesar 3,4 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 3,3 persen.
Survei Poltracking yang dirilis 18 Februari 2018 menunjukkan popularitas Muhaimin sebagai Cawapres mencapai tujuh persen, dan Survei Indo Barometer menunjukkan popularitas Indo Barometer 0,9 persen.
(ugo)