Dilansir dari Biro Pers Sekretariat Negara, Jokowi sekira pukul 15.30 WIB, Minggu (4/3), menghubungi Habibie secara langsung dan berbincang sejenak.
Habibie dalam pembicaraan itu disebut menceritakan kepada Presiden mengenai kondisinya saat ini. Jokowi pun menyanggupi permintaan Habibie yang menginginkan tim dokter kepresidenan dan Paspampres untuk hadir di Jerman saat dilakukan tindakan medis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi mengutus Prof. Dr. Lukman Hakim, SpPD-KKV, SpJP, Kger, seorang spesialis jantung dan pembuluh darah dari tim dokter kepresidenan, termasuk anggota Paspampres untuk berangkat ke Jerman mendampingi Habibie.
Selain itu, Jokowi memerintahkan Menteri Sekretaris Negara untuk memastikan bahwa pemerintah mampu memberikan pelayanan terbaik dan menanggung seluruh biaya perawatan Habibie, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Presiden sendiri berharap agar B.J. Habibie dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala. Melalui sambungan telepon sore ini, ia mewakili seluruh rakyat Indonesia mendoakan kesembuhan Habibie.
"Kita semua di Indonesia, seluruh rakyat Indonesia, mendoakan Bapak. Semoga segera sehat kembali, bisa beraktivitas dan kembali ke Indonesia," ucapnya.
Pada Sabtu (3/3), keponakan Habibie, Adrie Subono mengatakan lewat pesan singkat bahwa kesehatan Habibie dalam kondisi baik. (wis)