"Penghargaan, yang dalam bahasa Melayunya disebut 'Darjah Utama Bakti Cemerlang', akan diberikan besok di Istana," ujar Staf Pribadi Jenderal Gatot Nurmantyo, Letkol Kukuh kepada Antara di Singapura, Minggu (4/3).
Kukuh menambahkan penghargaan tersebut juga bakal diberikan langsung oleh Presiden Singapura Halimah Yacob, yang berdasarkan jadwal akan diserahkan pada Senin, pukul 14.15 waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kunjungan pamitan itu dimaksudkan untuk memberitahukan pada Panglima dan Menteri Pertahanan Singapura bahwa beliau sudah tidak menjabat sebagai Panglima TNI lagi, dan kemudian berpamitan dengan mereka," kata Kukuh.
Dalam hasil survei yang dirilis sejumlah lembaga, elektabilitas Gatot saat ini masih rendah bila dibandingkan dengan Joko Widodo dan Prabowo Subianto.
Gatot hanya memiliki elektabilitas 5,5 persen dalam survei yang dirilis Median, Februari lalu, terpaut jauh dari Jokowi dan Prabowo yang masing-masing mencapai angka 35 persen dan 21,2 persen.
Sementara berdasarkan survei LSI Denny JA pada Desember 2017, elektabilitas Gatot sebesar 7,5 persen, di bawah elektabilitas Jokowi 38,4 persen, dan Prabowo 24.6 persen.
Ketua Umum RSPN Rama Yumatha mengatakan tingkat keterpilihan Gatot saat ini boleh saja rendah. Namun ia mengingatkan, elektabilitas itu didapatnya tanpa partai politik dan relawan seperti RSPN yang belum bergerak masif. (wis)