Instruksi itu disampaikan Anies untuk percepatan penataan trotoar dan jalan di kawasan Sudirman-Thamrin jelang Asian Games, Agustus 2018 mendatang.
Anies sudah menyampaikan maksud dan rencana tersebut kepada para pemilik gedung di sepanjang kawasan jantung Ibu Kota itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies mencontohkan, pagar dapat diganti menggunakan tanaman yang ketinggiannya tidak mudah dilewati, tetapi secara pandangan tidak menghalangi.
"Jadi, bukan seperti gedung-gedung yang ada benteng-benteng di depannya. Kita sudah luaskan trotoarnya, jangan sampai di kanan kirinya gedung-gedung dengan benteng-benteng, tembok-tembok yang kokoh, besar, tinggi," kata Anies.
Meski begitu, Anies mengimbau agar aspek keamanan juga tetap diperhatikan oleh masing-masing pemilik gedung. Pagar-pagar alternatif itu pun tidak perlu seragam antargedung dan tergantung kreativitas pengelola gedung.
"Saya punya keyakinan, ketika ada MRT, ada orang (keluar dan masuk) banyak, dia akan memanfaatkan peluang itu dengan membuka pagar," kata Yusmada.
Dia pun mengklaim sudah ada setidaknya 10 pemilik gedung yang bersedia membuka pagar, antara lain gedung Wisma Nusantara dan Plaza Indonesiam. Total gedung di sepanjang Jalan Sudirman-MH. Thamrin, kata Yusmada, sekitar 150 gedung.
"Membuka pagar harus tetap ada garis properti lain dalam bentuk yang soft. Bisa air mancur, pohon, atau apa," ujarnya. (osc/gil)