Penerapan sistem ganjil genap ini diikuti dengan penyediaan 60 bus Transjabodetabek premium. Diharapkan bus tersebut menjadi solusi bagi pengguna mobil pribadi untuk melanjutkan perjalanan.
Menurut Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Karlo Manik, para pengemudi dari Bekasi Barat maupun Bekasi Timur dapat memarkirkan kendaraan di tempat-tempat parkir strategis yang telah disediakan oleh pemerintah. Pengemudi harus membayar Rp10 ribu untuk tarif parkir tanpa ada akumulatif per jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mega City, sudah menyiapkan parkir untuk 120 kendaraan. Bekasi Timur itu di Grand Dhika, bisa 200 kendaraan, BTC bisa 150 kendaraan. Tarifnya telah disepakati Rp10 ribu flat," kata Karlo saat jumpa pers di Pecenongan, Jakarta Pusat, Selasa (6/3).
Adapun rute bus Transjabodetabek dari Bekasi Barat ke arah Kuningan, Blok M, Plaza Senayan, Podomoro City, Thamrin City, dan SCBD. Sementara rute dari Bekasi Timur menuju Tebet, Mall Sunter, Kalideres, Grand Paragon, dan Thamrin City.
"Tarif bus Rp20 ribu sekali jalan" kata Karlo.
Karlo menjelaskan, kebijakan ganjil genap di Bekasi Barat dan Bekasi Timur ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan jalan tol, bukan melarang masyarakat untuk menggunakan jalan tol. Karena itu pihaknya berusaha mencari solusi untuk mengurangi kemacetan di tol Jakarta-Cikampek.
"Saya tekankan kita ini bukan melarang supaya semua orang tidak masuk ke tol, tetapi kita mengoptimalkan penggunaan jalan. Kalau larang, ya kita larang semua untuk masuk tol," kata Karlo.
Karlo menyebut, pada pukul 06.00 WIB sampai 09.00 WIB terdapat sekitar 4.400 kendaraan pribadi. Alhasil, tol Jakarta-Cikampek padat karena volume kendaraan melebihi kapasitas jalan. Penyediaan bus Transjabodetabek pun diharapkan menjadi solusi dalam permasalahan ini.
"Target kami untuk memindahkan pengguna kendaraan pribadi 50 persen, yaitu 2.200 mobil. Hanya butuh 60 bus untuk mengganti 2.200 mobil tadi," ujar Karlo. (osc)