Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bus ini nantinya bisa digunakan oleh masyarakat yang ingin berkunjung ke lokasi (venue) Asian Games seperti Kompleks Gelora Bung Karno di Senayan. Hal ini, lanjutnya, untuk mengurangi jumlah penggunaan kendaraan pribadi yang menuju venue tersebut.
Maka itu, tak heran jika Pemprov akan mempersiapkan armada ini di pintu-pintu perbatasan DKI Jakarta dengan provinsi lain. Sehingga, pengunjung yang berasal dari luar Jakarta bisa memarkirkan kendaraannya di perbatasan dan melanjutkan perjalanan menggunakan TransJakarta.
"Jadi nanti kami akan sediakan 1.500 unit bus TransJakarta untuk fasilitasi mereka yang akan datang ke sekitar kompleks Asian Games," jelas Anies ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (6/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, Anies juga membuka peluang untuk menyewa armada bus baru jika memang tak cukup menampung pengunjung Asian Games. "Kami sedang memperhitungkan. Apabila perlu, kami akan ambil bus persewaan yang akan di-branding untuk event itu saja," imbuh dia.
Namun, pemerintah pusat berharap batas kecepatan bus atlet bisa dinaikkan dari saat ini 40 kilometer (km) per jam hingga 60 km per jam setelah melakukan uji coba di jalan tol beberapa waktu lalu. Hanya saja, batas maksimal kecepatan seluruh bus khusus atlet ini sudah disetel di angka tersebut.
"Nanti akan dicari kecepatan yang optimal berapa. Tapi kalau sekarang kan speed limit-nya sudah dikunci jadi bus tidak bisa melaju kencang, karena bus-bus itu kan memang dirancang untuk di dalam kota sehingga kecepatannya tidak boleh lebih karena masalah safety," papar dia. (lav)