"Poros ketiga itu keniscayaan yang harus dibentuk," kata Hinca kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/3).
Menurut Hinca, poros baru diluar kubu petahana Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto harus dikembangkan dan dirawat dengan serius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia hanya menekankan, komunikasi politik terkait poros baru dengan partai-partai yang belum deklarasi dukungan ataupun yang sudah deklarasi terus diintesifkan.
"Komunikasi politik yang intensif adalah syarat utama uuntuk membentuk poros ketiga demi mengumpulkan minimal 20 persen kursi DPR RI," ujar Hinca.
Dari kelima partai itu Gerindra telah menyatakan akan mencalonkan kembali Ketua Umum Prabowo Subianto dengan sinyal dukungan dari PKS dan PAN.
Lihat juga:SBY Pegang Kunci Poros Ketiga Pilpres 2019 |
Sebelumnya, Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris berpendapat Partai Demokrat memiliki peran untuk menentukan pembentukan poros ketiga di Pemilu Presiden 2019.
"Kalau poros ketiga itu peluangnya adalah di kubu pak SBY atau partai demokrat," ujarnya dalam diskusi bertajuk 'Pencalonan Pilpres 2019: Menantang Gagasan Anti Korupsi dan Demokrasi' di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Selasa (6/3).
Poros ketiga kata dia merujuk pada fenomena pertarungan calon presiden yang selama ini didominasi hanya oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Keberadaan poros ketiga berarti akan memunculkan calon alternatif selain Jokowi dan Prabowo.
Kata Syamsuddin, jika poros ketiga terbentuk, nantinya tak hanya menawarkan calon presiden alternatif, melainkan juga mencegah pembelahan sosial dan politik di masyarakat. (dal/sur)