"Silakan pak Kivlan memilih satu ruangan di LP Cipinang untuk dirinya sebagai konsekuensi hukum dari fitnah-fitnahnya. Mau pakai bekas sel saya juga boleh," kata Budiman kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/3).
Lihat juga:Kivlan Zen Tuding PDIP Banyak Menampung PKI |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa tidak cukup dia [Kivlan] dan bosnya di era Orde Baru dulu sudah memperlakukan Bung Karno sebagai tahanan di ujung hidupnya serta menindas pengikut-pengikutnya? Dan dia sekarang membakar luka itu lagi," kata Budiman.
"Pembodohan massal itu paling banyak dalam rupa fitnah. Pada orang yang punya rencana jahat pada banyak orang, kita hanya akan menyisakan etika dalam perjuangan melawannya," kata dia.
Menurut Budiman, pernyataan Kivlan Zen tentang PKI merupakan gambaran tentang orang-orang yang terus membebani Indonesia dengan 'hantu-hantu' masa lalu. Baginya, sosok Kivlan sudah tak relevan dan tak bisa melihat kebutuhan zaman.
Terpisah, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP Charles Honoris meminta Kivlan Zen untuk memeriksakan kesehatan jiwanya.
Sebagai mantan perwira tinggi militer senior, lanjut Charles, Kivlan Zen harusnya bisa lebih bijaksana dalam melontarkan pernyataan.
"Kami hargai kok prestasi beliau selama jadi perwira tinggi. Orang senior gini harus jadi bijaksana dong, bukan malah jadi bicara ngawur gitu," ujarnya. (arh/sur)