Menurutnya, masukan itu akan dijadikan salah satu referensi bagi PKB dalam menentukan sikap di Pilpres tahun 2019.
"Cak Imin sedang sowan-sowan mendengarkan aspirasi, yang cocok siapa. Melanjutkan yang sudah ada seperti PKB saat ini atau gimana," ujar Jazilul di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, harapan itu dianggap bukanlah syarat utama dari kiai jika Jokowi ingin mendapat dukungan PKB.
"Itu akan kembali kepada Pak Jokowi seperti apq. Tapi amanat atau aspirasi dari para kiai ini yang diterima Pak Muhaimin harus dikerjakan oleh PKB juga," ujarnya.
Meski belum ada sikap pasti, Jazilul mengklaim PKB sampai saat ini masih konsisten mendukung Jokowi untuk menyelesaikan tugasnya sebagai presiden hingga Oktober tahun 2019.
"PKB selama ini dalam koalisi dan belum bubar. PKB support Pak Jokowi sampai selesai," ujar Jazilul.
Poros Islam
Terkait dengan wacana poros Islam menandingi poros Jokowi dan Prabowo Subianto, Jazilul menganggap hal tersebut sebagai dinamika politik semata.
Ia menilai wacana itu belum tentu terealisasi karena belum ada satupun pihak yang mendeklarasikan diri sebagai capres atau cawapres.
"Soal poros ketiga, bagi PKB menilai itu dinamika saja," ujarnya.
Selain jumlah kursi seluruh partai Islam di parlemen cukup untuk mengusung capres dan cawapres, Jazulil mengklaim poros Islam bisa terbentuk karena saat ini tengah ada kegairahan umat untuk menciptakan calon alternatif.
"Gairah keumatan akhir-akhir ini cukup tinggi. Tetapi relevansi itu bisa terwujud tidak dalam koalisi partai-partai? Ya, itu masalahnya harus membangun komunikasi," ujar Jazilul. (wis)