Sekjen PPP Arsul Sani mengungkapkan tim itu terdiri dari para tokoh independen yang ditunjuk langsung oleh Jokowi.
"Hal yang saya tahu tim internalnya Pak Jokowi untuk jaring cawapres itu tokoh independen," ujar Arsul di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/3).
Arsul menerangkan tim internal Jokowi bekerja mengolah masukan cawapres yang diajukan oleh partai pendukung yang mendeklarasikan Jokowi sebagai capres. Masukan itu nantinya diolah dan hasilnya diserahkan kepada Jokowi untuk kemudian disimpulkan bersama partai politik pendukung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu bagus. Kalau di tim itu ada perwakilan partai-partai ya ngapain," ujarnya.
Arsul berkata kriteria cawapres yang diterima tim itu, di antaranya santri, agamis, nasionalis, intelek, hingga anak muda.
Lebih dari itu, Arsul enggan berkomentar lebih jauh soal peluang Ketum PPP Muhammad Romahurmuziy menjadi sosok yang bakal dipilih Jokowi sebagai cawapres.
Lihat juga:Hinca: Pembahasan Poros Ketiga Tak Eksklusif |
Ia beralasan PPP siap mendukung keputusan yang dipilih Jokowi.
"Yang penting kan begini, PPP tau diri jabatan itu tidak usahlah dikejar-kejar, apalagi dalam keadaan tiga tahun seperti ini. Tapi kalau ditunjuk atau orang lain yang menyerahkan ya tanggungjawab itu harus dilaksanakan," ujar Arsul.
Hingga saat ini, Jokowi belum secara resmi mendeklarasikan diri sebagai capres di Pilpres tahun 2019. Di sisi lain, sejumlah parpol sudah menyampaikan dukungannya dan mendeklarasikan Jokowi sebagai capres. (lav)