Poros ketiga yang Andi maksud adalah gabungan atau koalisi partai politik baru di luar partai pendukung Joko Widodo atau Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) dalam Pilpres tahun depan.
"Kalau ditanya, idealnya tentu ada poros ketiga. Idealnya ya," kata Andi kepada wartawan di sela-sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Demokrat 2018, Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kami punya 20 persen, kami langsung usung calon presiden sekarang juga, langsung sendirian. Tapi realitisnya, kami cuma punya 10 persen," ujar mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini.
Menurutnya, proses penjajakan tersebut telah dimulai oleh Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma), Agus Harimurti Yudhoyono, dengan menemui Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Mantan narapidana kasus korupsi proyek pembangunan Pusat Pelatihan Pendidikan Dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang itu melanjutkan, AHY akan terus melakukan penjajakan, salah satunya dengan menemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan pemimpin partai politik lainnya.
"Inilah esensi dari demokrasi, di mana kami sebagai partai tengah membuka kesempatan untuk bekerja sama dengan partai lain. Tapi hasilnya masih berproses terus," tutur dia.
Syarief berkata, Demokrat memasang angka 15 persen sebagai target elektabilitas partai di Pemilu 2019.
"Jadi empat atau lima bulan ini tugas seluruh kader adalah bagaimana agar bisa elektabilitas partai bisa lebih naik. Begitu pun AHY, naik juga," kata di sela-sela Rapimnas Demokrat di SICC pada Sabtu (10/3).
Lebih dari itu, anggota Komisi I DPR RI itu pun menyatakan pihaknya terus membangun komunikasi dengan semua partai politik. Termasuk dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN) seputar wacana pembentukan poros baru di luar pengusung Joko Widodo dan Prabowo Subianto sebagai capres.
"Pokoknya semua komitmen partai kami komunikasikan," ujarnya.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan, berkata masing-masing partai politik sudah menawarkan kadernya untuk dijadikan capres dalam pertemuan itu.
Hinca menyatakan wacana membentuk poros ketiga, menandingi poros Jokowi dan Prabowo dilakukan sebagai upaya menghadirkan alternatif pilihan calon pemimpin di Pilpres tahun depan.
"Poinnya makin banyak pilihan, makin bagus. Dan masyarakat punya pilihan yang baik," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (8/3). (osc/sur)