"Saya minta maaf kepada warga Bekasi bila timbulkan situasi tidak nyaman. Ini adalah cara kita memberikan solusi pada kemacetan," kata Budi saat meninjau langsung implementasi perdana rekayasa lalu lintas ganjil-genap di Gerbang Tol Bekasi Barat, Senin (12/3) pagi, seperti dilansir Antara.
Budi menyebut rekayasa lalu lintas berupa pemilahan plat nomor kendaraan berdasarkan digit akhir ganjil-genap tidak bisa dihindari mengingat situasi kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek yang sudah melebihi ambang batas kewajaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan banyak masyarakat, salah satunya di Bogor dan Depok minta juga diberlakukan hal yang sama. Ke depan kita juga akan berlakukan di Tangerang," katanya.
"Hari ini penting bagi kita memulai sikap dengan memperhatikan situasi lalin di Jakarta-Cikampek. Keterlibatan masyarakat harus kita perhatikan, sebesar apapun kritik harus kita jawab dengan solusi bersama," katanya.
Salah satu kajian untuk evaluasi paket kebijakan itu adalah indikator okupansi penumpang Bus Transjabodetabek yang kini disiapkan sebanyak 44 unit di Kota Bekasi untuk mengalihkan pengendara pribadi kepada angkutan umum massal.
"Kalau okupansi kurang, artinya ada yang salah. Apakah karena tarif yang terlalu mahal atau ada trayek yang salah," katanya.
"Jangan sampai berangkatnya (ke arah Jakarta) enak, tapi pulangnya juga harus kita pikirkan lagi," katanya.
Budi mengakui impelementasi awal ganjil-genap ini perlu banyak pembenahan mengingat masih banyak masyarakat yang belum tersosialisasi aturan baru ini. (wis/gil)