"Kader-kader organisasi masyarakat ini yang ingin mengabdikan diri di parlemen, akan maju lewat PBB," ujar Ketua Dewan Perwakilan Wilayah PBB Provinsi Bengkulu, Mohc Inroji, di Bengkulu, Selasa (13/3), seperti dilansir Antara.
Inroji menyebutkan partainya membuka seluas-luasnya kesempatan bagi masyarakat yang ingin menjadi legislator melalui PBB. Syaratnya, kata dia, seorang yang mengajukan diri sebagai caleg harus memiliki kompetensi, jujur, bersih, antikorupsi, dan memahami visi misi partai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain membuka pintu untuk anggota HTI dan FPI, PBB Bengkulu juga mengklaim mendapatkan dukungan tambahan dari beberapa partai politik yang tidak lolos untuk maju pada Pemilu 2019.
Lihat juga:Yusril Bujuk HTI Berpolitik dan Ikut Pemilu |
Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra sebelumnya mengaku telah berulang kali mengajak anggota HTI untuk terjun ke politik elektoral.
Selama ini, HTI dikenal sebagai organisasi yang anti terhadap pemilu. Menurut mereka, pemilu merupakan produk demokrasi barat sehingga tidak patut diikuti.
Sistem pemerintahan yang terbaik menurut mereka adalah khilafah. Pemahaman tersebut menjadi dasar Kementerian Hukum dan HAM membubarkan HTI karena khilafah dinilai bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
"Berkali-kali juga kami meyakinkan kepada mereka bahwa ini kan satu contoh. Begitu tidak mau ikut politik tidak apa-apa, tapi kalau surat satu lembar menyatakan bubar, bubar kalian. Enggak bisa apa-apa," ucap Yusril di kantor DPP PBB, Jakarta, Minggu (28/1). (wis)