"Jadi ada kombinasi di situ supaya kehidupan bangsa terutama dalam pembinaan-pembinaan akhlak bangsa tidak bisa lepas dari koridor keagamaan," ucap Abdul di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (13/3).
Hal itu disampaikan usai bertemu Presiden Jokowi bersama sejumlah ulama di Istana Merdeka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesuai dengan perkembangan tapi dengan pemikiran-pemikiran yang tetap tidak bergeser pada poros Islam. Agamis ini adalah Islam," ucapnya.
"Masyarakat ini beragama diharapkan beliau mengerti utusan itu sehingga Pancasila tetap bagian tak terpisahkan," tuturnya.
Namun, hal itu ternyata tak sempat disampaikan langsung kepada Jokowi dalam pertemuan tadi. Pertemuan disebut hanya fokus pada upaya mempertahankan persatuan NKRI.
"Tadi terfokus tiba-tiba bagaimana persatuan dan kesatuan terjaga dengan baik dan peran ulama yang bisa dimainkan bersama pemerintah," kata Abdul.
Sejak bulan lalu, Jokowi menyatakan belum memilih calon wakil presiden sebab partai pendukung dan tim internalnya saat ini masih membahas itu.
Tim internal Jokowi selama ini tak pernah disebut atau dijelaskan keanggotaannya. Dalam sejumlah pemberitaan, tim internal diisi kalangan profesional dan Jokowi menunjuk Pratikno sebagai ketuanya. Namun, Pratikno membantah menjadi ketua tim pencari calon wakil Jokowi.