Budi mengatakan pengendara akan perlahahan-lahan menggunakan moda transportasi baru ini yang sengaja diperuntukkan sebagai alternatif bagi mereka yang kendaraannya tak bisa masuk tol karena sistem ganjil genap ini.
"Itu kan hari pertama, kemarin juga ada acara peresmian, jadi fokus peresmian dulu. Hari pertama belum bisa jadi cerminan," kata Budi di Balai Kota, Selasa (13/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas kita lengkap, promosi BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) sudah luar biasa, Ketua BPTJ turun tangan langsung langsung kemarin. pak menteri perhubungan, Kapolri, Kakorlantas, pak Dishub semuanya datang," kata Budi
Sebelumnya, masyarakat mengeluhkan mahalnya tarif bus premium TransJakarta Royaltrans ini. Budi menegaskan tarif ini masih dalam proses pengkajian BPTJ. TransJakarta tidak dapat melangkahi BPTJ untuk mengubah tarif tersebut.
"Harga masih uji coba, kami mengikuti proses kajian BPTJ dulu. Kita tidak mungkin kasih harga lebih murah nanti menggagalkan program kebijakan," ujar Budi.
Di sisi lain, Kepala Humas Transjakarta Wibowo mengatakan di shif pagi saja, jumlah penumpang dari Bekasi Barat dan Bekasi Timur berjumlah 67 orang. Jumlah penumpang mengalami peningkatan, Senin kemarin penumpang di sif pagi dan malam berjumlah 78 orang.
Angka tersebut tentu di bawah normal. Mengingat, pada hari perdana dioperasikan enam unit bus, di mana masing-masing bus bisa mengangkut sekitar 30-40 penumpang sekali jalan. (osc/arh)