Adi mengatakan UIN menjadi lokasi baiat 500 simpatisan ISIS pada 2014 lalu. Dia sendiri merupakan terpidana kasus terorisme karena pernah mengikuti pelatihan ISIS di Marawi, Filipina.
"Ya, pernah (dibaiat), waktu itu bareng-bareng, sekitar 500 orang, di UIN," kata Adi, menjawab pertanyaan majelis hakim soal dugaan baiat itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Baiat) sumpah setia kepada amirul mukminin. Saya lupa rinciannya seperti apa, sumpah kepada Abu Bakar Al-Baghdadi" kata dia.
"Di UIN Jakarta, (lokasi baiat) di dalam aula," ujarnya.
Adi baru mengetahui dana tersebut digunakan untuk membeli persenjataan yang digunakan untuk berjihad di Marawi, Filipina oleh Suryadi saat penyidik memeriksanya.
Beberapa senjata dari Filipina itu diketahui turut digunakan sebagai perlengkapan pelaku pengeboman yang dilakukan di jalan MH Thamrin pada 2016 lalu.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Adi Jihadi di PN Jaksel. Jaksa sempat memutar potongan rekaman isi ceramah Aman di persidangan.
(pmg/ugo)