Dia mengaku sudah melaporkan kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno soal keterlambatan pembangunan TPS itu.
"Saya bilang sama Pak Wagub waktu meeting, (pembangunan TPS) kita sedikit delay, tapi mudah-mudahan semua sesuai aturan karena kalau kita enggak pakai KJPP kita juga masalah," kata Arief di Balai Kota, Selasa (13/3) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penentuan harga sewa itu dilakukan melalui Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Arief mengaku baru menerima surat balasan dari Astana soal negosiasi harga pada Selasa (13/1) pagi tadi.
"Tapi enggak sampai enam bulanlah. Empat bulan kita harus jadi. Agustus janjinya kita selesai," ujarnya.
TPS itu akan serupa dengan TPS Bendungan Hilir atau TPS Taman Rumput. Pembangunan TPS dibutuhkan untuk menampung pedagang Blok G. Sementara, Blok G akan diruntuhkan dan dibangun ulang.
(arh)