Koalisi Rakyat Untuk Hak Atas Air (KRuHA) menyebut pasca debat publik perdana Pilgub Jabar yang dilangsungkan pada 12 Maret lalu, belum ada pembahasan sedikit pun terkait normalisasi Sungai Citarum dari salah satu pasangan calon.
Padahal menurut Staf Riset KRuHA Sigit Karyadi Budiono pada pilgub sebelumnya telah muncul wacana Sungai Citarum bebas minum 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Istilah becandanya gini, kenapa tetap kotor, karena ada duitnya di situ. Jadi ini selama sungai kotor, proyek jalan. Itu becandanya, saya memang tidak bisa bilang proyek apa dan pengusaha apa, tapi ada," kata Sigit.
Lihat juga:FOTO: Perang dengan Limbah di Sungai Citarum |
"Jangan parsial, jangan hilir saja, harus ke hulu juga. Di hilir dibersihkan tapi di atas dibiarkan, pabrik-pabrik tetap buang limbah, ya sia-sia," kata dia.
Hal paling penting, kata Sigit, harus ada tindakan tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang membuang limbah ke Sungai Citarum. Sebab, diduga selama ini banyak perusahaan tak ditindak meski diketahui kerap membuang limbahnya ke sungai.
"Ya meskipun kaya rahasia umum, kita semua tahu ada perusahaan yang buang limbah ke sana, tapi dibiarkan. Inilah yang harus ditindak. Sungai tidak hanya dinormalisasi tapi ada aturan tegasnya juga," kata dia. (osc/gil)