Gatot menyatakan siap untuk mengabdi kepada negara di bidang politik apabila rakyat menghendaki, tetapi ia tidak menyatakan secara tegas soal kemungkinan maju sebagai calon presiden atau calon wakil presiden di Pemilu 2019.
Gatot mengatakan baru akan mengambil sikap politik secara terbuka sehari setelah pensiun sebagai prajurit TNI. Gatot masih berstatus prajurit aktif dan baru akan pensiun pada 31 Maret.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendiri Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan ketiga nama itu mendapat persetujuan paling tinggi dari responden dibandingkan nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang juga disimulasikan mendampingi Jokowi.
"Tiga tokoh yang mendapat tingkat persetujuan paling tinggi untuk jadi cawapres Jokowi adalah Gatot (61,9 persen), Muhaimin (59,6 persen) dan Agus Harimurti Yudhoyono (55,5 persen)," kata Hasanuddin di Jakarta, Jumat (23/2).
Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengakui hal tersebut.
"Wacana yang berkembang ya, belum jadi sesuatu yang resmi sama sekali," kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/3).
Gatot bahkan sudah memiliki relawan bernama Relawan Selendang Putih Nusantara (RSPN).
Ketua Umum RSPN Rama Yumatha mengatakan relawan ini berisi mereka yang mengagumi dan berusaha memajukan Gatot di Pilpres 2019.
Gatot sendiri memilih tidak banyak bicara saat ditanya soal komunikasi politik yang ia jalin dengan elite-elite partai.
"Saya belum ke arah sana, saya masih prajurit, ya dua minggu lagi kita lihat nanti," kata dia. (wis/gil)