"PPK itu sudah bisa menjadi kunci melawan radikalisme. Sesuai dengan landasan dari Pak Presiden, 70 persen dari tingkat SD sampai SMP misinya adalah pembentukan karakter," terang Muhadjir di Kantor Kementerian Pendidikan & Kebudayaan, Jakarta, Kamis (15/3).
PPK dalam implementasinya menjelaskan efek negatif radikalisme. Muhadjir mengatakan program itu bukan berupa larangan, karena anak-anak justru cenderung melakukan hal yang dilarang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muhadjir menerangkan ada lima fokus PPK untuk siswa SD dan SMP, yaitu aspek religius, nasionalis, integritas, gotong royong, dan mandiri.
"Makanya pilihan kami lebih ditambah dengan aktivitas-aktivitas ekstrakulikuler dan kokurikuler," kata Effendy
"Itu (PPK) tidak harus dilakukan di sekolah. Tetapi juga di tengah masyarakat dan keluarga. Makanya kami ingin mengembalikan peran keluarga dan peran masyarakat sebagai lingkungan pendidikan," tutupnya. (pmg)