"Hasil survei itu harus membuat kita lebih greget. Serta memaksimalkan upaya di sektor-sektor dimana kita lemah," ucap dia, dalam pesan tertulisnya, Kamis (15/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, parameter survei bisa saja berubah di pekan-pekan berikutnya. Walikota Bandung non-aktif ini juga mengajak seluruh pendukung serta partai pengusungnya untuk semakin intensif mendekat ke masyarakat.
"Seperti yang terjadi saat ini di Bogor, saya mendapatkan aspirasi masyarakat terkait pasar dan banyaknya pengangguran. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi saya ke depannya," terangnya.
Seperti diketahui, hasil survei SMRC yang dilakukan pada 1-8 Maret 2018 menunjukkan, elektabilitas pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum mencapai 43,7 persen, disusul Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 30,7 persen, Sudrajat-Ahmad Syaikhu 4,6 persen dan TB Hasanuddin-Anton Charliyan 2,8 persen.
Menurut Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, secara demografis, Ridwan Kamil-UU, sementara unggul di perkotaan, etnis Sunda, Jawa, Cirebon, dan kalangan berpendidikan lebih tinggi. Sedangkan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi unggul di pedesaan, etnis Betawi, dan kelompok berpendidikan rendah.
"Ridwan Kamil lebih banyak dipilih karena dia dinilai punya kualitas personal yang lebih positif dibanding calon lain (lebih disukai)," kata Deni. (hyg/arh)