"Itu yang di-Tuhan-kan pendapatnya, sehingga apa yang dikatakan dianggap sebuah kebenaran," kata Romi sapaan akrab Romahurmuzy, dalam diskusi tentang Peran Tokoh Agama dalam Merawat Kerukunan Umat Beragama untuk Menjaga Keutuhan NKRI di Mataram, Minggu (18/3).
Menurut Romi, dengan memutlakkan hal yang diyakini dan menganggap yang lain salah, bukanlah tindakan yang tepat. Sebab, setiap orang beragama pasti memiliki keyakinan akan kebenarannya masing-masing sesuai dengan agamanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prinsip saling menghormati, bagimu agamamu dan bagiku agamaku," ujar Romi.
Apalagi, lanjutnya, perbedaan dan keragaman telah menjadi dasar dalam mendirikan Indonesia yang kemudian dituangkan dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika.
"Tidak perlu diperdebatkan karena kita memang beda," ucapnya.
Romi pun mengimbau kepada para pemuka agama untuk memastikan umatnya tidak saling menistakan dan merendahkan agama-agama lain. (lav/gil)