Alasannya, menurut Romi sapaan akrab Romahurmuziy, isu nasionalisme dan agama masih akan menjadi bagian dalam proses Pilpres. Romi berpendapat, kedua isu itu menjadi salah satu bagian yang harus terus dijaga oleh bangsa Indonesia.
"Saya tidak tahu pak Jokowi akan mengambil siapa, tapi saya yakin akan mengambilnya tokoh agama," kata Romi di Mataram, Minggu (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya, Gus Dur sebagai seorang tokoh agama memilih Megawati Soekarnoputri sebagai wakilnya yang merupakan seorang nasionalis. Kemudian, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memilih Jusuf Kalla yang dipandang mewakili kalangan agama.
"Pemimpin nasional dari dulu cerminan dua kelompok," ujar Romi.
Melihat dinamika yang terjadi di Indonesia, Romi pun berpandangan jika tokoh nasionalis dan tokoh agama ini bersatu, maka diharapkan bisa meredam sentimen agama yang kerap memanas di Indonesia.
Saat ini, Jokowi memang tengah menggodok sejumlah nama yang akan mendampinginya dalam pilpres 2019.
Sejumlah nama pun telah digadang-gadang akan mendampingi Jokowi, di antara Ketum PPP Romahurmuziy, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Mahdud MD, dan lainnya.