Hal itu diutarakan Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani yang menyatakan bahwa partainya membuka pintu kepada siapapun untuk mendaftar sebagai caleg termasuk eks anggota HTI. Syarat utamanya, memiliki prinsip, visi, dan misi perjuangan yang sama dengan partainya.
"Anggota eks HTI juga kami persilakan jika ingin menjadi caleg dari PPP yang memang mengalokasikan 40 persen komposisi calegnya untuk nonpengurus," kata Arsul kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Minggu malam (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan hal tersebut akan berbuah positif bagi PPP, karena selama ini HTI ingin mengubah Indonesia menjadi negara Islam dengan sistem khilafah.
PPP akan mengajak para caleg yang mendaftar untuk berdialog mengenai pemahaman keagamaan dan kebangsaannya. Mekanisme tersebut tidak hanya diberlakukan kepada caleg nonpengurus, tetapi juga diberlakukan terhadap mereka yang selama ini telah menjadi kader atau pengurus di daerah masing-masing.
Dalam dialog, lanjut Arsul, PPP akan menjelaskan posisinya sebagai partai yang berpegang teguh pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Apabila ada yang kurang sepakat, PPP akan menjelaskan keempat hal tersebut merupakan kesepakatan bangsa. Menurutnya, tidak ada hal lain yang dapat menggantikan keempat pilar tersebut untuk dijadikan pedoman dalam berbangsa dan bernegara.
Namun, jika ada caleg yang tetap tidak ingin keempat pilar tersebut dijadikan pedoman, maka PPP bakal menolak yang bersangkutan untuk menjadi caleg.
"Kami juga akan tegas bahwa siapa pun yang keluar dari konsensus bernegara kita, tidak hanya eks HTI, tidak akan diakomodasi PPP," ujarnya.
Lihat juga:Gerindra Buka Pintu untuk Eks Anggota HTI |
Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan siapa pun boleh mendaftar menjadi caleg Gerindra, asal memiliki kompetensi dan memiliki pandangan politik yang sama dengan partainya.
"Kelompok mana, ormas mana, agama apa, silakan. Bebas," katanya di Gedung DPR, Jakarta, pekan lalu.