Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, mengatakan operasi untuk merazia senjata tajam digelar dengan menyesuaikan karakteristik wilayah di Indonesia.
Teknis penyelenggaraan operasi ini diserahkan kepada kepala satuan kepolisian di masing-masing wilayah, bukan secara terpusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia melanjutkan kepolisian saat ini tengah menggelar Operasi Mantap Praja dalam rangka menjaga keamanan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018.
"Operasi Mantap Praja dalan rangka pilkada salah satu bagiannya itu. Melakukan upaya preventif, mencegah jangan sampai beredar senjata api dan senjata tajam secara ilegal," kata Setyo.
Setyo menyampaikan total keseluruhan peristiwa penganiayaan ulama yang terjadi hingga saat ini adalah empat kasus. Kepolisian belum menemukan keterkaitan antara keempat peristiwa penganiayaan ulama tersebut.
"Kelihatannya belum ada kaitannya di sana, masih berdiri sendiri," tutur Setyo.
Jumlah penganiayaan terhadap ulama bertambah akhir pekan lalu setelah Imam Masjid Atuqqo, Krajan, Kendal, Jawa Tengah bernama H Ahmad Zaenuri (57) dianiaya oleh seorang pengamen di rumahnya di Desa Truko, Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (17/3). (wis/gil)