Airlangga mengutarakan hal tersebut usai bertemu dengan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan beberapa petinggi partai banteng lainnya di kantor DPP Golkar, Jakarta, Selasa (20/3).
"Kami juga sepakat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan UUD pasca empat kali amandemen," kata Airlangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Evaluasi penerapan UUD 1945 dan agenda terkait program pembangunan jangka panjang itu bakal dibahas lebih lanjut dalam pertemuan selanjutnya.
Golkar dan PDIP juga bakal membuat suatu program pembangunan jangka pendek dalam rangka merealisasikan program pembangunan jangka panjang yang telah disepakati.
"Ini juga menjadi bagian daripada gagasan kepemimpinan Pak Presiden untuk periode yang kedua," ucapnya.
Airlangga mengatakan bahwa secara umum, Golkar dan PDIP memiliki visi dan misi yang sama. Oleh karena itu, kedua partai mesti bekerja sama dalam menyelesaikan agenda-agenda partai yang bersifat kebangsaan.
Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melontarkan gagasan tentang perlunya penerapan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) di masa kini.
Menurut Megawati, GBHN perlu ada agar pembangunan jangka panjang Indonesia memiliki trayek yang jelas. Terlebih, kata Megawati, GBHN telah diatur dalam UUD 1945 namun tidak dilaksanakan di masa kini.
Mengenai hal itu, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengklaim partainya belum menyepakati apa pun dengan PDIP terkait perlu tidaknya penerapan GBHN di masa kini.
Lihat juga:Megawati Wacanakan Kembali GBHN Kekinian |
Dia mengatakan partainya baru sebatas setuju bahwa penerapan UUD 1945 harus dievaluasi setelah empat kali diamandemen. Namun, Golkar belum sepakat tentang penerapan kembali GBHN di masa kini.
"Belum ada kesepakatan. Partai Golkar tidak membahas secara khusus terkait GBHN tersebut," katanya.
Bahkan Ace pun mengatakan bahwa Golkar juga memiliki agenda pembangunan jangka panjang. Hal itu telah dirumuskan oleh internal Golkar yang nantinya akan menjadi visi dalam aspek pembangunan nasional.
"Terus terang saja, Partai Golkar memiliki visi negara kesejahteraan 2045," ucapnya. (wis/gil)