Pembahasan bersama JK ini akan dilakukan usai Pilkada 2018 selesai dilaksanakan pada Juni.
"Setelah pemilu (pilkada) serentak, itu merupakan momentum yang terbaik untuk Pak Jokowi dan Pak JK sebagai satu kesatuan pemimpin nasional [untuk membahas cawapres]," ucap Hasto, usai bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (20/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pihak Golkar, Airlangga didampingi oleh Sekjen Partai Golkar Lodewijk Paulus, Bendahara Umum Partai Golkar Robert Joppy Kardinal, Ketua DPP Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua DPP Partai Ace Hasan Syadzily, Ketua DPP Happy Bone Zulkarnain, dan Kepala Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Nusron Wahid.
Pertemuan petinggi Golkar dan PDIP, Selasa (20/3). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar) |
Hasto mengatakan pelibatan JK merupakan langkah yang tepat untuk mencari sosok pendamping Jokowi.
"Stabilitas politik akan lebih baik, konsolidasi kekuasaan juga berjalan lebih baik," ucapnya.
JK merupakan mantan Ketua Umum Partai Golkar. Ia pernah mencalonkan diri pada Pilpres 2009 berpasangan dengan Wiranto namun kalah dari pasangan SBY-Budiono.
"Bersama para ketum partai untuk membicarakan yang terbaik bagi bangsa dan negara," tandas Hasto.
(arh/gil)
Pertemuan petinggi Golkar dan PDIP, Selasa (20/3). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)