FOTO: Menengok Hutan Desa Pertama di Papua

Jurnasyanto Sukarno, CNN Indonesia | Rabu, 21/03/2018 21:07 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Ada perubahan dalam kehidupan warga setelah setahun berjalan sejak Kampung Manggroholo dan Sira di Sorong Selatan menerima izin hutan desa pertama di Papua.

Seorang anak perempuan Papua berenang di Kali Biru yang berada di Lansekap wilayah adat Knasaimos, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat. (Greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)
Potret dari langit penampang Kampung Sira yang dikelilingi kawasan hutan. Masyarakat Sira mendapatkan izin atas 1.850 hektare dari 2.000 hektare untuk dikelola desa. Masyarakat Sira dan Kampung Manggroholo jadi model bagi masyarakat dan perhutanan sosial di Papua. (Greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)
Seorang perempuan berjalan di jalanan menuju kampung Sira yang kini sudah nyaman dilewati, Maret 2018. Berbeda saat dikunjungi tahun lalu, jalanan menuju kampung di Kabupaten Sorong Selatan ini masih rusak dan berlumpur. (Greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)
Seorang nenek sedang menggendong cucunya di Kampung Sira. Masyarakat kampung Sira yang juga berada dalam lansekap wilayah adat Knasaimos menolak masuknya persuahaan besar masuk seperti perusahaan kelapa sawit dan pembalakan hutan. (Greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)
Salah satu produk olahan masyarakat dari Hutan Desa adalah olahan dari pohon sagu. Selain untuk membuat papeda--makanan khas Papua dari sagu--kini warga Sira pun mulai mengolah jadi makanan lain seperti kue, mie, hingga cendol. (Greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)
Seorang warga Sira yang sedang berada di hutan menunjukkan cacing sagu yang ia temukan. (Greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)
Seorang bocah sedang membuat sapu dari daun-daun pohon sagu di Kampung Sira. (Greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)
Perempuan-perempuan dari marga Kladit membawa bahan sagu yang dipanen dari hutan ke dalam kampung mereka, Kampung Sira, untuk diolah lanjut. (Greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)
Perempuan dari Marga Kladit di Kampung Sira meramas sagu memakai air. Itu menjadi tugas perempuan di sana untuk menjadikannya sagu basah.(Greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)
Mama-mama di Kampung Sira mengolah sagu menjadi mie di dalam rumah mereka. (Greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)
Seorang warga Kampung Sira, Arkilaus Kladit berdiri di atas pohon Merbau yang usianya ditaksir 50 tahun di dalam Hutan Desa. Berdasarkan SK penetapan Areal kerja hutan desa Manggroholo dan Sira mereka diizinkan mengambil 50 kubik pohon per tahun yang disesuikan dengan kebutuhan. (Greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)
Inilah Kali Biru yang terkenal di lansekap wilayah adat Knasaimos, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat. Sungai ini berada berdekatan dengan Kampung Sira dan Mangroholo. (Greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)


ARTIKEL TERKAIT