"Prosesnya (pengesahan) saya dengar bermasalah. Presiden tidak tanda tangan. Presiden menunjukkan bersama rakyat. Biarpun secara peraturan itu bakal berlaku. Presiden mendengar keresahan dalam masyarakat," kata Koordinator Humas Presidium Rakyat Menggugat Bobby Indroharto, di lokasi unjuk rasa, di depan gedung DPR-MPR, Jakarta, Jumat (23/3)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan massa akan bertahan di depan Gedung DPR/MPR sampai ada perwakilan dari DPR/MPR untuk menemui massa. Bobby menegaskan pihaknya akan merangsek masuk ke dalam gedung apabila tidak anggota dewan ada yang akan menemui massa.
Presidium Rakyat Menggugat melakukan aksi menolak UU MD3 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, 15 Maret 2018. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Kami benar-benar gerakan murni. Ini bukan pesanan. Ini benar-benar kami yang peduli berdemokrasi yang bersatu untuk memperjuangkan," ujar Bobby.
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono menyebut bahwa jumlah pendmo kurang lebih 200 orang saat tiba di lokasi pukul 13.20 WIB.
Lihat juga:Tolak UU MD3, Massa Demo di Depan Gedung MK |
Lempar Tomat
Massa membawa sejumlah poster yang bertuliskan "UU MD3 nyusahin Masyarakat, "UU MD3 Cuma Sentimen Pribadi", atau "Rakyat Pasti Menang, Reformasi Sampai Mati. Lawan, Tolak, Merdeka. Kami Menolak dan Musnahkan MD3."
Massa beberapa kali terlihat menggoyangkan pagar di pintu masuk utama, Gedung DPR/MPR. Bahkan beberapa demonstran ada yang naik ke pagar, sembari melempar tomat ke dalam area Gedung DPR/MPR.
Lukman mengatakan akan memfasilitasi apabila massa ingin bertemu dengan anggota MPR/DPR. Akan tetapi, Lukman menyebut anggota DPR/MPR sedang tidak ada di tempat. Oleh karena itu, Lukman menyebut DPR/MPR akan diwakilkan oleh Humas DPR/MPR. (arh/wis)
Presidium Rakyat Menggugat melakukan aksi menolak UU MD3 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, 15 Maret 2018. (