Lari malam diikuti sekitar 150 pelari dari berbagai komunitas lari seperti IPB Runners, Bogor Runners, dan relawan Earth Hour.
"Lari malam ini bagian dari kampanye kepada masyarakat untuk hemat energi pada peringatan Earth Hour Day di Kota Bogor," kata Ficky Nur Firduas, koordinator Earth Hour Day Kota Bogor, Sabtu (24/3) dikutip Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelari akan membawa tongkat lampu, dan senter kepala, karena pasti akan gelap saat lari, ini juga bagi dari kampanye tentang Earth Hour kepada masyarakat," kata Ficky.
Selama beberapa kali ini peringatan Earth Hour Day dipusatkan di Balai Kota. Untuk tahun ini kegiatan Earth Hour Day dipusatkan di Taman Ekspresi.
"Total ada 17 hotel yang menyatakan ikut berpartisipasi memadamkan lampu. Tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor," katanya.
Pemadaman lampu juga dilakukan di sejumlah taman seperti Taman Ekspresi, Taman Heulang, Taman Kencana, Taman Corat-Coret dan Sempur.
"Tugu Kujang dan Tepas Salapan Lawang juga ikut padam," katanya.
Selain lari malam, dan pemadaman lampu selama satu jam, peringatan Earth Hour di Kota Bogor juga diisi dengan kegiatan edukasi kepada murid sekolah dasar. Kegiatan berupa permainan lingkungan mulai dari dogeng, hingga memainkan Ecofunopolly dengan tema carbon.
"Kami sengaja menyasar anak-anak usia dini untuk mengenalkan tentang lingkungan dengan cara mendongeng dan aktivitas seru bermain game serta menanam," kata Ficky. (osc)