"Cawapres yang dipilih responden untuk mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019 menempatkan AHY di posisi teratas dengan 24,08 persen," ucap Direktur Eksekutif Polcomm Institute, Heri Budianto di bilangan Cikini, Jakarta, Minggu (25/3).
Setelah AHY, ada nama ketua MPR Zulkifli Hasan dengan elektabilitas 20,08 persen, Gatot Nurmantyo 18,92 persen, Muhaimin Iskandar 10,33 persen, Puan Maharani 6,83 persen, Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang 6,50 persen, Moeldoko 2 persen, Agum Gumelar 1,42 persen dan Budi Gunawan 0,33 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, sisa responden lain menginginkan Jokowi didampingi oleh seseorang dari partai politik. Responden yang ingin Jokowi menggaet pendamping dari kalangan partai politik mencapai 17,96 persen, kalangan profesional 16,26 persen dan berlatar tokoh agama sebesar 13,59 persen.
"Dari kalangan partai politik dianggap untuk mengakomodir kepentingan koalisi partai pengusung," lanjut Heri.
Heri lalu mengatakan bahwa responden yang ingin Jokowi menggaet sosok dari luar pulau Jawa untuk dijadikan cawapres mencapai 30,54 persen.
"Sedangkan 28,66 persen menganggap tidak masalah tetap mengambil wakil presiden dari Jawa," kata Heri.
Survei yang dilakukan Polcomm Institute melibatkan 1.200 responden dari 34 provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. Heri mengatakan bahwa survei dilakukan pada 18-21 Maret 2018 dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dan margin of error sebesar 2,83 persen.
"Survei dilakukan dengan wawancara langsung secara tatap muka kepada responden," ujar Heri.
Nama Agus juga disebut sebagai cawapres pontensial mendampingi Jokowi berdasarkan hasil survei lembaga lain.
Alvara Research Center menyebut sebanyak 55,5 persen responden menilai AHY pantas mendampingi Jokowi.
Namun survei Alvara menempatkan AHY di bawah Gatot Nurmantyo yang mendapat persetujuan 61,9 persen responden dan Muhaimin Iskandar 59,6 persen.
(chs/sur)