Cak Imin, begitu Muhaimin kerap disapa, tidak sungkan mengiyakan bahwa dirinya telah berulang kali menawarkan diri untuk menjadi cawapres mendampingi Prabowo.
"Bolak-balik (bertemu Prabowo)," tutur Cak Imin di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Minggu (26/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Cak Imin kembali mengutarakan pernyataan yang cenderung mengambang mengenai kepastiannya bakal mendukung Jokowi atau tidak jika gagal menjadi cawapres mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Cak Imin mengklaim bahwa saat ini dirinya sangat dekat dengan Jokowi dibanding tokoh-tokoh lain yang berpotensi menjadi calon presiden. Namun, dia mengatakan segala hal masih bisa terjadi pada waktu pendaftaran pasangan capres-cawapres 4 Agustus mendatang.
Cak Imin juga mengaku telah bertemu dengan petinggi partai politik selain Jokowi dan Prabowo. Mereka yang telah ditemui Cak Imin yaitu Ketua Umum Partai Demokrat Susil Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.
Cak Imin mengatakan langkahnya tersebut sebagai seni dalam berpolitik. Selaku ketua umum partai politik, Cak Imin menganggap tidak baik jika dirinya menutup diri dari para ketua umum partai politik.
"Semua akan diintenskan pertemuan. Agar demokrasi kita ini fair, transparan," kata Cak Imin. (sur)