Pertemuan dilakukan secara tertutup di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. PSI diwakili Ketua Umum Grace Natalie, Sekretaris Jenderal Raja Juli Antoni dan Isyana Bagoes Oka. Sedangkan Said didampingi Ketua DPP PBNU Marsudi Suhud dan beberapa jajaran fungsionaris.
Kepada pewarta, Said Aqil mengatakan pertemuan ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi antara PBNU dan PSI. Selain itu, ia juga mengatakan pertemuan ini sekaligus untuk berdiskusi mengenai situasi politik di Pilpres 2019 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baginya, setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk berpolitik, termasuk para kader NU diseluruh Indonesia.
Said Aqil hanya berpesan kepada PSI agar menjadi parpol yang tetap menjunjung solidaritas dan kesatuan bangsa. Ia berharap para kader partai tak ikut serta membuat konflik yang dapat memecah belah bangsa seperti di Timur Tengah.
Senada dengan Aqil, Sekjen PSI, Raja Juli Antoni membenarkan pihaknya membutuhkan caleg berkualitas untuk menghadapi Pemilu Legislatif 2019 mendatang untuk mencapai suara 20 persen yang ditargetkan parpol.
"Kita butuh caleg berkualitas, nah prosesnya ini yang sedang kita jalankan," kata dia.
Ia juga tak menampik membutuhkan banyak kader-kader NU yang berkualitas dan potensial untuk mengisi daftar kandidat calegnya. Ia berharap banyak kader NU yang dapat berpartisipasi dan mendaftar sebagai caleg di PSI.
(aal)